Sunday, February 28, 2016

Analisa dasar siklus pendingin

Haiii, saya kembali lagi, kali ini saya akan coba memberikan beberapa saran troubleshooting standard untuk mesin-mesin pendingin, khususnya chiller/freezer rumahan ataupun komersial. Oke berikut beberapa contoh permasalahannya :

1. Blocking es pada evaporator
Untuk freezer dengan evaporator statis (proses pendinginan hanya mengandalkan radiasi/tidak dibantu fan) hal ini sebenarnya normal-normal saja, akan tetapi untuk jenis mesin pendingin yang menggunakan fan, blocking es merupakan suatu masalah. Blocking es biasanya terjadi karena adanya infiltrasi udara luar ke dalam cabin yang dikarenakan oleh tidak rapatnya pintu freezer/chiller atau terlalu seringnya pintu dibuka tutup, untuk penyelesaiannya : pertama matikan freezer/chiller anda untuk mencairkan es yang terdapat di evaporator (Note : JANGAN GUNAKAN BENDA TAJAM UNTUK MEMBERSIHKAN ES DI EVAPORATOR) Setelah seluruh es mencair, segera periksa apakah terdapat celah dipintu freezer/chiller anda saat, masalah yang biasa terjadi adalah karet pintu sudah kaku sehingga saat pintu ditutup masih ada celah untuk udara masuk.
Alasan kedua terjadinya blocking es adalah flow udara yang tidak lancar di dalam kabin, jangan menempatkan produk terlalu rapat/penuh, dan jangan sampai fan/kipas evaporator tertutup oleh produk/bahan yang anda simpan.
Alasan ketiga, fan evaporator anda sudah lemah, fan yang sudah lemah menyebabkan perpindahan panas di dalam kabin menjadi tidak optimal, jika anda lihat fan evaporator anda tidak berputar seperti biasanya (lebih lambat) ataupun berisik, dan disertai terjadi blocking di evaporator itu tandanya fan anda sudah harus diganti, tentu saja itupun kalau anda sudah memastikan kalau tidak ada infiltrasi udara ataupun penempatan produk anda sudah benar.
Alasan keempat, kurang freon, tandanya adalah tekanan di suction dan discharge lebih rendah dari tekanan normalnya. Perlu di note, freon tidak akan berkurang jika tidak ada kebocoran di dalam sistem, jika anda menemukan permasalahan ini, pastikan untuk mencari juga dimana letak kebocorannya.

2. Freezer/chiller tidak dingin
Kemungkinannya :
- Blocking es di evaporator, troubleshooting dan penyelesaiannya lakukan dengan cara di point no 1
- Bocor freon, tanda-tandanya adalah kondensor tidak terasa hangat, tekanan pada suction dan discharge akan drop, tergantung separah apa kebocorannya dan sudah berapa lama kebocoran terjadi, biasanya bocor freon akan disertai timbulnya oli dibagian yang bocor (biasanya di las-lasan pipa).
-Kompresor rusak, tanda-tandanya kondensor tidak terasa hangat, kompresor mati ketika fan evaporator/kondensor dalam keadaan hidup (saat dipegang kompresor tidak panas/hangat), kompressor overheat (sangat panas), bisa juga ketika unit dinyalakan mcb rumah langsung turun.
-Fan kondensor rusak, kondensor terasa sangat panas, kompresor sangat panas, fan kondensor mati ketika fan evaporator dan kompresor sedang bekerja.
-Kondensor kotor, jika dilihat kondensor sudah kotor,berdebu,dll segera bersihkan kondensor dengan menggunakan kuas atau lap bersih.
-Voltase rendah, secara visual biasanya ketika unit dihidupkan lampu-lampu rumah akan sedikit redup, secara tekniknya, kita dapat mengecek voltase dengan menggunakan multitester, biasanya di Indonesia standard voltase untuk unit chiller/freezer adalah 200 - 220 V (kecuali unit 3 phase). Untuk pengecekan voltase hubungi teknisi yang sudah berpengalaman jangan coba untuk mengeceknya sendiri.

Saya rasa dua point di atas adalah masalah yang paling sering ditemui di freezer/chiller rumahan/komersial, jika ada masalah lain diluar permasalahan diatas silahkan tanya di kolom komentar ya ! :)

note : penjelasan mengenai parts-parts seperti kondensor,evaporator, dll dapat dilihat di postingan saya sebelumnya.

terimakasih,

Saturday, January 9, 2016

Siklus dasar refrigerasi



Oke, dalam postingan pertama saya ini saya akan coba membahas siklus dasar refrigerasi.


Sebelum masuk lebih lanjut, saya akan jelaskan fungsi komponen-komponen dasar yang biasanya ada di suatu sistem refrigerasi.

  1. Compressor, compressor bisa dianggap "jantung" dari sebuah sistem refrigerasi, karena cara kerja compressor yang sama dengan cara kerja jantung, yaitu memompakan refrigerant untuk mengaliri sistem. Compressor sendiri mempunyai banyak tipe, dengan klasifikasi seperti berikut; Reciprocating, Rotary, dan Centrifugal. karena pembahasan mengenai compressor sangatlah panjang, jadi kayaknya nanti akan saya bahas lebih lanjut di postingan lain :)
    Semi hermetic compressor
  2. Fan kondensor, fan ini berfungsi untuk membantu kondensor membuang panas refrigerant.
  3. Kondensor, sesuai dengan namanya, kondensor merupakan sebuah media kondensasi yang bekerja untuk menyerap panas dari refrigerant yang sebelumnya masih berbentuk gas bersuhu tinggi. Akibat kehilangan panas, suhu dari gas refrigerant akan turun hingga ke suhu saturasinya, dan perlahan akan berubah bentuk menjadi berbentuk cair/liquid.
    Static kondensor
  4. Liquid receiver, sesuai dengan namanya parts ini berfungsi sebagai penyimpanan sementara refrigerant yang sudah berbentuk liquid setelah keluar dari kondensor. Biasanya di unit-unit kecil (showcase warung, kulkas,dll) tidak memiliki parts ini.
    Receiver tank
  5. Filter, Filter berfungsi untuk menyaring residu kotoran yang mungkin tersisa ketika proses assembling/pengelasan.
    Jenis-jenis filter
  6. Pipa kapiler/TXV, adalah sebuah metering device yang berguna untuk mengatur tekanan refrigerant yang akan masuk ke evaporator. Ada dua jenis metering device yang paling sering digunakan, pertama adalah pipa kapiler, jenis ini sering ditemukan di mesin-mesin pendingin berskala kecil. Dan jenis kedua adalah TXV (Thermal Expansion Valve) jenis ini lebih sering digunakan pada unit-unit besar.
  7. Evaporator, cara kerja evaporator hampir sama dengan kondensor, bedanya adalah kondensor menyerap panas refrigerant lalu membuangnya ke udara sekitar sehingga suhu refrigerant akan turun, sementara evaporator bekerja dengan menyerap panas dari udara disekitar untuk menaikan suhu refrigerant hingga boiling pointnya sehingga refrigerant akan menguap.
  8. Akumulator, akumulator berfungsi untuk mencegah terjadinya liquid back dengan cara menampung sisa-sisa refrigerant dari evaporator yang masih berbentuk liquid.

Baik sepertinya penjelasan singkat diatas sudah cukup, untuk lebih jelasnya nanti saya akan mengupload postingan baru untuk menjelaskan parts diatas satu persatu. Oke kembali lagi ke topik permasalahan, yaitu siklus refrigerasi atau mungkin lebih tepat jika saya bilang refrigerant flow.

Siklus paling dasar :
Compressor - Kondensor - Filter - Metering device - Evaporator - Compressor
Compressor memompa refrigerant, sehingga saat keluar dari compressor refrigerant berbentuk gas bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Masuk ke dalam kondensor suhu refrigerant akan diturunkan hingga suhu saturasinya, sehingga saat keluar dari kondensor refrigerant akan berbentuk liquid bertekanan tinggi dan bersuhu rendah. Setelah itu refrigerant akan disaring oleh filter, dan masuk ke metering device, metering device akan menurunkan tekanan refrigerant, sehingga saat akan masuk ke evaporator refrigerant sudah berbentuk liquid bertekanan rendah dan bersuhu rendah. Di Evaporator refrigerant akan diuapkan kembali sehingga saat keluar dari evaporator refrigerant akan berbentuk gas bertekanan rendah dan bersuhu rendah.

image credit : http://nasukhamesin.blogspot.co.id/2014/07/sistem-refrigerasi-uap.html
Untuk unit-unit berskala besar biasanya siklusnya akan seperti ini :
Compressor - Oil separator - Condensor - Liquid Receiver - Filter - Metering device - Evaporator - Akumulator - Compressor
Prinsip kerjanya sama seperti diatas.

Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan,lumayanlah untuk postingan pertama :). Sorry berantakan, masih belajar ngeblog soalnya hahaha. Untuk kritik dan saran atau mungkin ada pertanyaan komen aja ya dibawah, terimakasih :D.